Jumat, Maret 20, 2026
BerandaberitaAhli Politik Usulkan Gibran Bekerja di Papua atau IKN, Mengapa?

Ahli Politik Usulkan Gibran Bekerja di Papua atau IKN, Mengapa?

Peran Wakil Presiden yang Diharapkan Tidak Mengganggu

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dianggap memiliki peran penting dalam pemerintahan. Namun, ada pandangan bahwa posisi jabatannya saat ini bisa menyebabkan gangguan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, sejumlah ahli menyarankan agar Gibran tidak bertugas di Jakarta, melainkan di wilayah lain yang lebih strategis.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, memberikan rekomendasi terkait penempatan kantor Gibran. Menurutnya, lebih baik jika Wakil Presiden tersebut berkantor di Papua atau Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Hal ini dinilai akan membantu mempercepat proses pembangunan IKN dan juga mendorong penegakan HAM di Papua.

Pangi menjelaskan bahwa keberadaan Gibran di IKN dapat menjadi motivasi untuk mempercepat proyek infrastruktur yang sedang berjalan. Sementara itu, di Papua, ia bisa fokus pada isu-isu HAM yang masih menjadi perhatian masyarakat setempat.

“Jika Gibran berkantor di Papua dan IKN, maka pekerjaannya akan jelas dan tidak mangkrak,” ujarnya saat di Jakarta, Rabu (23/7).

Menurut pendapat Pangi, jika Gibran tetap bertugas di Jakarta, maka kemungkinan besar ia akan menjadi beban bagi Presiden Prabowo. Karena itu, ia menyarankan agar Gibran mencari kawasan sendiri untuk menjalankan tugasnya.

“Sebaiknya Gibran mencari kavling wilayah tersendiri agar tidak mengganggu Pak Prabowo,” katanya.

Selain itu, Pangi menilai bahwa dengan posisi yang lebih mandiri, Gibran akan memiliki ruang untuk melakukan pencitraan yang positif kepada masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga reputasi dan kredibilitas dari jabatan Wakil Presiden.

Pertimbangan Penting dalam Penempatan Jabatan

Penempatan jabatan seorang pejabat negara seperti Wakil Presiden harus dipertimbangkan secara matang. Bukan hanya soal efisiensi kerja, tetapi juga dampak terhadap hubungan antar lembaga pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks ini, penempatan Gibran di luar Jawa dinilai sebagai langkah yang strategis. IKN dan Papua adalah dua wilayah yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Dengan adanya kehadiran Gibran di sana, diharapkan dapat memberikan dorongan ekstra dalam pembangunan dan penyelesaian masalah yang ada.

Selain itu, hal ini juga bisa menjadi kesempatan bagi Gibran untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin. Dengan tidak terlalu dekat dengan pusat kekuasaan di Jakarta, ia akan lebih bebas dalam mengambil keputusan dan menjalankan tugas sesuai dengan visi dan misinya.

Kesimpulan

Secara umum, saran untuk menempatkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di luar Pulau Jawa adalah langkah yang patut dipertimbangkan. Selain untuk menghindari gangguan terhadap Presiden Prabowo, ini juga merupakan peluang bagi Gibran untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Dengan demikian, tugas dan tanggung jawab yang diemban olehnya akan lebih bermakna dan berdampak luas.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular